Pelatihan Protokoler bagi Civitas Akademika UST

Salah satu kegiatan untuk membangun citra positif sebuah perusahaan/organisasi adalah dengan membangun sikap mencerminkan budaya perusahaan. Selain itu tata cara sikap, pergaulan dan tampilan para eksekutif didalamnya juga sangat berpengaruh dalam membangun citra positif ini. Etika profesional dan tata cara kegiatan diatur dalam standard tertentu (protokoler) juga di perlukan dalam menjalankan perusahaan, supaya citra positif terbangun disana.

Pelatihan humas dan protokoler ini akan memberikan wacana tentang sikap diri yang positif dan bagaimana memberlakukan standard-standard sikap prilaku dan kegiatan yang berlaku secara bisnis nasional maupun internasional sebagai aktivitas kehumasan. Karena alasan tersebut Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta mengadakan Pelatihan Protokol untuk Dosen dan Karyawan pada Senin (23/7) bertempat di Ruang Ki Sarino Mangunpranoto Kampus Pusat UST.

Acara dimulai dengan sambutan Drs. Siti Rochmiyati, M.Pd. selaku Ketua LP3M UST dan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara oleh Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D. selaku Rektor UST. “Peserta pelatihan mampu mengetahui dan memahami etiket dan protokol sebagai Master of Ceremony (MC), mampu meningkatkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi secara efektif, mampu berperan sebagai MC pada berbagai jenis acara dan mampu memahami berbagai hal terkait keprotokoleran”, harap Rektor UST dalam sambutannya.

Dalam pelatihan protokol kali ini sebagai nara sumber adalah Jack Haryanto SE., M.M. selaku Kasubbag Protokol di Universitas Gadjah Mada (UGM). Beliau menyampaikan, “setiap institusi/organisasi pasti memiliki sebuah kegiatan formal/non formal yang bersifat internal maupun eksternal. Kegiatan tersebut terkadang melibatkan pihak luar yang memiliki berbagai jabatan dan tingkatan. Sehingga kemampuan mengelola sebuah kegiatan dan menjamu tamu yang hadir pada kegiatan tersebut merupakan sebuah hal yang sangat penting demi menjaga kredebilitas dan citra institusi/organisasi agar tetap baik”. “Oleh karena itulah, dibutuhkan karyawan/staf yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk dapat mengelola sebuah kegiatan agar sebuah acara yang diselenggarakan dapat berjalan dengan baik dan memuaskan”, lanjut beliau.